Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Ratusan Penggalang Pramuka Mengikuti Lomba Tingkat V 2017

Ratusan Penggalang Pramuka Mengikuti Lomba Tingkat V 2017

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menggelar Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang Lima (LT-V) di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta pada 22-28 Oktober 2017. Lomba ini begitu dinanti-nanti Pramuka Penggalang se-Indonesia. Pasalnya, lomba ini merupakan ajang pembuktian siapa regu Penggalang terbaik se-Indonesia. Jauh-jauh hari mereka sudah bersiap mengikuti ajang bergengsi.

 
Ternyata, LT-V 2017 merupakan LT-V edisi kesepuluh. Lalu, kapan LT-V kesembilan, kedelapan, dan seterusnya dilaksanakan? Berikut datanya:

1. LT-V Pertama dilaksanakan di Cijantung Jakarta pada 1-4 Agustus 1966
2. LT-V Kedua dilaksanakan di Cibubur Jakarta pada 7-14 Agustus 1982
3. LT-V Ketiga dilaksanakan di Cibubur Jakarta pada 9-14 Agustus 1987
4. LT-V Keempat dilaksanakan di Cibubur Jakarta pada 12-20 Desember 1990
5. LT-V Kelima dilaksanakan di Cibubur Jakarta pada 12-17 Desember 1994
6. LT-V Keenam dilaksanakan di Cibubur Jakarta pada 5-9 Juli 1998
7. LT-V Ketujuh dilaksanakan di Cibubur Jakarta pada 5-11 Juli 2002
8. LT-V Kedelalan dilaksanakan di Cibubur Jakarta pada 24-30 Juli 2007
9. LT-V Kesembilan dilaksanakan di Cibubur Jakarta pada 7-13 Juli 2012
10. LT-V Kesepuluh akan dilaksanakan di Cibubur Jakarta pada 22-28 Oktober 2017.
Ratusan Penggalang Pramuka Mengikuti Lomba Tingkat V 2017
LT-V 2017 diikuti regu Pramuka Penggalang terbaik dari setiap Kwarda Gerakan Pramuka seluruh Indonesia. Mereka adalah para pemenang atau regu berprestasi tinggi dari LT-IV yang diadakan masing-masing Kwarda. Setiap Kwarda mengirimkan regu Putra dan Putri dengan delapan anggota masing-masing regu.



Redaktur Pelaksana Okezone.com, Amril Amarullah mengapresiasi dan memuji perkembangan Gerakan Pramuka yang semakin pesat. Ia juga memuji materi pada Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang Lima (LT-V) Tahun 2017 yang mengikuti perkembangan zaman yang serba teknologi.

“Ini perkembangan pesat dari Pramuka. Saya tidak menyangka Pramuka punya aktivitas sehebat ini. Makanya, sayang kalau kegiatan-kegiatannya tidak diberitakan, termasuk Lomba Tingkat Lima Pramuka ini,” ujar Kak Amril Amarullah saat menerima kunjungan Kwarnas Gerakan Pramuka di Kantor Okezone.com, Jumat (20/10).

Ia meneruskan, ada beberapa lomba yang menarik untuk diberitakan. Sebab, kata dia, lomba-lomba tersebut mengikuti perkembangan zaman. Di antaranya Lomba Pemanfaatan Media Sosial, Merakit Robot, dan Reportase. “Semoga sukses acaranya, lancar acaranya,” harap pria kelahiran Jakarta ini.

Andalan Nasional Gerakan Pramuka Urusan Binamuda, Kak Nurdin Hasan menandaskan, meski bersaing untuk memperebutkan gelar Berprestasi Tinggi (juara), para peserta tetap mengedepankan persaudaraan. Bahkan, kata dia, seperti di LT-V sebelumnya tahun 2012, para peserta juga membantu pesaingnya yang sangat membutuhkan bantuan.

“Lomba Tingkat sebenarnya bukan kompetisi, yang lebih kita ke depankan adalah persaudaraan, Indonesia, kebinekaan. Makanya, di perkemahannya tidak satu daerah, tapi digabung dengan peserta dari daerah-daerah lainnya,” terang Panitia Bidang Kegiatan LT-V 2017 ini.

“Melalui LT-V ini, mereka dilatih sejak dini, mereka dilatih kemandirian, dan diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi yang lain dan masa mendatang. Semangat persaudaraan, mandiri dan prestasi ini ingin kita sampaikan kepada masyarakat luas,” pungkasnya

Andalan Nasional Gerakan Pramuka Urusan Kominfo Kak Hariqo Wibawa Satria mengungkapkan, peserta LT-V Gerakan Pramuka telah melalui seleksi panjang. Mereka adalah juara di Lomba Tingkat sebelumnya, yaitu LT-I (tingkat Gudep), LT-II (tingkat kecamatan), LT-III (tingkat kabupaten/kota) dan LT-IV (tingkat provinsi).

Dukungan Masyarakat Indonesia Untuk Pramuka Indonesia

Assalamualaikum Wr.Wb.
Salam Pramuka !! Buat Kakak dan Adik yang melihat blog ini.


Sesuai Judul Post kali ini yaitu "Dukungan Masyarakat Indonesia Untuk Pramuka Indonesia" , ternyata banyak juga masyarakat Indonesia yang mendukung Pramuka. Baik dari kalangan Selebriti atau Masyarakat Umum. 

Dengan adanya Jambore Dunia di Jepang tahun ini , masyarakat indonesia mendukung Kontingen Indonesia untuk menjalankan tugas di Jepang untuk mengembangkan Nama Pramuka Indonesia di kanca Internasional. Terutama nama Bangsa Indonesia. 

Dibawah ini adalah Video Dukungan Masyarakat Indonesia Untuk Pramuka Indonesia , trutama Kontingen Indonesia yang berada di Jepang.





Semoga saja dukungan Masyarakat Indonesia adalah Dukungan ikhlas yang semoga saja bisa menjadi Motivasi bagi anggota Pramuka Indonesia untuk menjadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Salam Pramuka !!

Sumber Video : Fanpage Facebook Kwarnas Indonesia
Sekian ,
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Anggota Pramuka Kontingen Indonesia Berangkat Ke Jepang Untuk Jambore Internasional ke-23


Assalamualaikum Wr.Wb.  
Salam Pramuka !!
Apa kabar Kakak-kakak dan Adik-adik semua ? semoga baik yah ..
Tau tidak apa itu  Jambore ? pasti tau ya..  kalau belum tau apa itu Jambore , ayo disimak Pengertian Jambore di bawah..


Menurut Kamus Oxford Kanada, etimologi dari Jambore adalah pada abad ke-19 yang tidak diketahui asalnya. Penyair Robert W. Service menggunakan istilah ini jauh sebelum Jambore Dunia pertama terselenggara. Dalam lagu yang berjudul Athabaska Dick yang dipopulerkan oleh Rolling Stone, yang dipublikasikan pada tahun 1912. Pada saat itu, kata Jambore berarti adalah sebuah pertemuan besar yang gaduh (riuh).

Baden-Powell pernah ditanya mengapa ia memilih kata Jamboree. Dan dia jawab, Apa lagi yang akan Anda sebut?. Meskipun demikian, hal dasar yang diyakini di dalam Kepanduan bahwa kata itu diciptakan oleh Baden-Powell. Dikatakan bahwa kata itu memiliki beberapa kemungkinan asal-usul, mulai dari Hindi ke Swahili untuk dialek asli Amerika. Hal ini juga dikatakan bahwa kata Jambore berkaitan dengan kata Corroboree, istilah dari suku Aborigin Australia untuk setiap hal yang dianggap perkumpulan yang berisik yang dilakukan pada malam hari atau gangguan. Dari sumber lain dikatakan pula bahwa kata Jambore berasal dari Swahili untuk kata hello, jambo, sebagai akibat dari banyak waktu yang ia habiskan disana.

Pada Jambore Dunia pertama di Olympia pada tahun 1920, Baden-Powell mengatakan Orang-orang memberikan arti yang berbeda untuk kata tersebut, tapi dari tahun ini, Jambore akan dimaknai dengan spesifik. Ini akan dihubungkan dengan pertemuan pemuda terbesar yang pernah ada.
Sedangkan, Olave Baden-Powell, menciptakan istilah jamborese, yakni istilah yang merujuk dari bahasa Perancis yang digunakan para Pandu dari berbagai bahasa dan kebiasaan budaya yang berkembang ketika berbagai anggota Pandu tersebut bertemu, yang memupuk persahabatan dan pengertian antara Pandu di dunia. Kadang-kadang kata jamborette digunakan untuk menunjukkan pertemuan yang lebih kecil, baik lokal maupun internasional.
Sedang di Indonesia sendiri, lebih sering menggunakan istilah Jambore.


Bisa dikatakan Jambore adalah Pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka dari tingkat yang paling Ranting sampai tingkat Nasional. Bahkan diduniapun diselenggarakan kegiatan serupa yang biasa disebut Jambore Dunia (World Scout Jamboree). Jambore di dunia berkembang ketika diselenggarakan pada tahun 1920 di Inggris. Mulai dari itu sampai sekarang telah terselenggara 22 kali Jambore Dunia. Tahun 2015 ini juga diselenggarakan Jambore Tingkat Internasional ke-23. Kegiatan yang merupakan salah satu agenda dari World Scout Of Organization Movement (WOSM) atau organisasi pandu sedunia itu, digelar pada 28 Juli hingga 8 Agustus 2015 di Jepang.


Jambore 2015


Dalam Jambore ini , Kontingen Indonesia mengirim Anggota Pramuka untuk mengikuti Jambore Internasional ini. Usianya memang belasan tahun , sekitar 14 hingga 17 tahun. Tapi bakatnya bisa diacungi jempol. Peserta dari masing-masing Kwarda di Indonesia akan bergabung untuk mengikuti Jambore ini. Sehingga secara Nasional , Anggota yang ikut sekitar 400 Orang yang akan dikirim ke Jepang.  Sekarang setiap Kwarda sudah melakukan Pelepasan Anggota yang dikirim ke Jepang.
Semoga saja Kontingen Indonesia bisa mengharumkan nama bangsa. Dan tetap menjunjung tinggi rasa Persaudaraan. Karena , acara ini adalah Perkemahan Persaudaraan.
Dan bisa memotivasi semua Remaja di Indonesia untuk tetap meraih prestasi , mengharumkan nama Indonesia dikanca Internasional di berbagai bidang dan tetap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi kemudahan untuk mencapai apa yang diinginkan.

Sekian.
Wassalamualaikum Wr.Wb

Source : Wikipedia ( Jambore Pramuka )

Perkaju SMP Negeri 3 Porong 11 -12 Juni 2015

Assalamualaikum Wr.Wb.

Salam Pramuka !
Alhamdulillah , akhirnya kemah untuk kelas 7 akan dilaksanakan pada tanggal 11 - 12 Juni 2015 bertempat di SMP Negeri 3 Porong. Meskipun beberapa waktu yang lalu kemah ini dibatalkan karena keadaan yang tidak sesuai.
untuk kemah kali ini , Insya'allah sudah Fix menurut Pembina Gudep Kak Yuni.
pada saat upacara kemah juga diadakan Pelantikan Dewan Galang Baru (Serah terima jabatan).




Perlengkapan yang harus dibawa saat Perkaju :



Personal

– baju (pramuka, olah raga) , pakaian dalam, kaos kaki, dan perlengkapan sholat
– makanan siap makan, snack (jangan keripik2an, buang2 tempat di tas) + minuman pribadi
– alat makan pribadi (misting / tempat bekal / rantang + sendok)
Bekal makan malam ( menunya bebas, lauknya juga bebas. Yang wajib ada SATE TEMPE 2 tusuk )
– beras 1 cangkir
– mie instan
– air minum minimal 2 x 1,5 liter
– obat + p3K pribadi
– alat tulis, sku, skk
– sandal

– sepatu
– senter + baterai
– pisau lipat
– koran bekas 1 eksemplar
– kantong kresek besar minimal 1 buah
– korek + lilin
– tas pinggang / tas kecil (harus bisa diselempang ato nempel di badan, ga dijinjing)
– tas kemping / carrier / rucksack min. 30 liter
– jaket/baju hangat

Sanitary (Personal)
– Sabun mandi + Handuk
– sikat gigi + odol
– Tissue roll
– Lotion anti nyamuk (PENTING!!)

Pelindung dari cuaca / weather gear (personal)
– Ponco / jas ujan / rain coat
– Topi / scarf / bandana
– Sun screen lotion (sunblock, minimal 30 spf)
Tidur (personal)
– tikar/matras dan/atau sleeping bag
– sarung / selimut ringan


Regu

Masak (regu)
– makanan kaleng (corned, sarden, dll.)
– telur
– bahan masakan (bahan mentah, misal kentang, wortel, dll. – sesuaikan dengan menu yang akan dimasak)
– bumbu masakan (gula, garam, merica, bawang merah – putih, cabe kering, kecap, sambal siap saji, pala, dll yg diperlukan)
– minyak goreng / mentega
– kompor lapangan / spiritus / parafin / gas mini

Sanitary (Regu)
– Deterjen + sabun cuci (utk cuci piring)
– Tissue basah + tissue roll

Perlengkapan Regu
– perlengkapan p3k standar + balsem (vicks vaporub, balsem otot)
– tali pramuka (harus yang panjang, bukan yang uda dipotong2)
– tongkat sejumlah anggota regu
– benang kasur
– minyak tanah minimal 1/2 liter
– papan dada
– perlengkapan pentas seni
– kompas


Untuk download File Perlengkapannya silahkan klik gambar dibawah


   Sekian ,
   Wassalamualaikum Wr.Wb.



Sejarah Pramuka Di Indonesia

Sejarah Pramuka
Sejarah Pramuka Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Gagasan Baden Powell yang membentuk kepramukaan dengan cepat menyebar ke berbagai negara, termasuk Belanda. Di negara Belanda kepramukaan disebut sebagai Padvinder. Di negara jajahannya, termasuk Indonesia, Belanda mendirikan organisasi Kepramukaan. Di Indonesia dikenal dengan istilah NIPV (Netherland Indische Padvinder Vereniging; Persatuan Pandu-Pandu Belanda). Organisasi ini dikhususkan bagi anak-anak Belanda. 
Oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Karenanya kemudian muncul organisasi-organisasi kepramukaan pribumi yang kala itu jumlahnya mencapai lebih dari seratus organisasi. Organisasi itu semisal; JPO (Javananse Padvinders Organizatie); JPP  (Jong Java Padvinderij), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvinderij); HW (Hisbul Wathon) dll. 
Sejarah terus berlanjut. Melihat maraknya organisasi kepramukaan milik pribumi yang bermunculan, Belanda akhirnya membuat peraturan untuk melarang organisasi kepramukaan di luar milik Belanda menggunakan istilah Padvinder. Karena itu kemudian KH. Agus Salim menggunakan istilah "Pandu" dan "Kepanduan". 
Sejak tahun 1930 timbul kesadaran dari tokoh-tokoh Indonesia untuk mempersatukan organisasi kepramukaan. Maka terbentuklah KBI (Kepanduan Republik Indonesia). KBI merupakan gabungan dari organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra). 
Dan pada tahun 1931 terbentuk PAPI (Persatuan Antar Pandu-Pandu Indonesia), kemudian diubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persatuan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938. 
Pada waktu pendudukan Jepang, kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA. 
Setelah masa kemerdekaan dibentuklah organisasi kepanduan yang bersifat nasional  yaitu Pandu Rakyat Indonesia yang dideklarasikan di Solo pada tanggal 28 Desember 1945. Pandu Rakyat Indonesia menjadi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia saat itu. 
Namun pada masa leberalisme, kembali bermunculan berbagai organisasi kepanduan seperti; HW, SIAP, Pandu Indonesia, Pandu Kristen, Pandu Ansor, KBI dll yang jumlahnya mencapai seratusan lebih. Sebagian organisasi tersebut terhimpun dalam tiga federasi yaitu; IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia, berdiri tanggal 13 September 1951), POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Putri Indonesia, berdiri tahun 1954) dan PKPI (Persatuan Kepanduan Putri Indonesia). 
 
Jamnas Tahun 73
Susana Jamnas Tahun 73
 
Pada 1953 IPINDO berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia. Pada tanggal 10-20 Agustus 1955 IPINDO juga berhasil menyelenggarakan Jambore Nasional I di Pasar Minggu Jakarta.  Sedangkan POPPINDO dan PKPI pernah bersama-sama  menyambut singgahnya Lady Baden  Powell  (istri Baden Powell) ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia. Pada tahun 1959, PKPI mengadakan perkemahan besar untuk pramuka putri yang disebut “Desa Semanggi” di Ciputat. Pada tahun ini juga IPINDO mengirimkan kontingen ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.  
Menyadari kelemahan yang ada, ketiga federasi tersebut akhirnya meleburkan diri menjadi PERKINDO (Persatuan Kepanduan  Indonesia). Namun ternyata Perkindo sendiri kurang solid sehingga  coba  dimanfaatkan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pionir Muda seperti di negara komunis lainnya. 
Mulai tahun 1960-an, berbagai pihak termasuk pemerintah dan MPRS melakukan berbagai upaya untuk melakrukatn penertiban organisasi kepanduan termasuk upaya untuk mendirikan Gerakan Pramuka. 
Pada hari Kamis malam tanggal 9 Maret 1961 Presiden mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. 
Presiden juga menunjuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA 
Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka. Kepres ini menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA. 
Kepres Nomor 238 Tahun 1961 ini ditandatangi oleh Perdana Menteri Ir. Juanda sebagai Pejabat Presiden Karena Presiden RI, Ir. Soekarno saat itu sedang berkunjung ke Jepang. 
Pada tanggal 30 Juli 1961,  bertempat di Istora Senayan (Sekarang Stadiun Gelora Bung Karno), tokoh-tokoh organisasi kepanduan di Indonesia yang menyatakan dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA. 
Ir.Soekarno Menyerahkan Panji Kepramukaan
Presiden Soekarno Menyerahkan Panji Kepramukaan
 
ada tanggal 14 Agustus 1961, dilakukan Pelantikan Mapinas (Majlis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, dilanjutkan penganugerahan Panji-panji Kepramukaan dan defile Pramuka untuk memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat yang diikuti  oleh sekitar 10.000 Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA yang diperingati hingga sekarang. 
Mapinas saat itu diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno (Presiden RI)  dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh. Sementara Kwarnas, diketuai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan  Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.


Source : Pramukaria